Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaBeritaSidang Kasus Penipuan CPNS Kembali ditunda, Keluarga Terdakwa Buat Surat Pernyataan Kembalikan...

Sidang Kasus Penipuan CPNS Kembali ditunda, Keluarga Terdakwa Buat Surat Pernyataan Kembalikan Uang Korban

ReportaseePRIANGAN.com – Kasus dugaan penipuan CPNS diduga kembali, hal tersebut karena terdakwa MSP mengalami sakit sehingga tidak bisa mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Ciamis, Selasa (10/8/2021).

Dalam sidang yang diketuai oleh Ahmad Iyud Nugraha, SH.,MH, didampingi Hakim Anggota Indra Muharam, SH.,MH dan Andika Perdana SH., MH, menunda persidangan yang direncanakan hari Kamis (12/8/2021).

Humas pengadilan negeri Ciamis, Indra Muharam, mengatakan jika terdakwa MSP bisa mengajukan hal tersebut, sesuai dengan Pasal 58 KUHAP.

“Persidangan sempat dibuka, namun terdakwa menyatakan tidak dalam keadaan sehat, jadi memohon penundaan persidangan,” katanya.

“Berdasarkan kitab undang-undang pidana pasal 58, intinya terdakwa bisa dikunjungi dokter dan atas dasar kemanusiaan, Majelis Hakim menunda persidangan,” ucapnya.

Sambungnya, pada Jum’at (6/8/2021) lalu, pihak keluarga sempat memberikan surat pernyataan, dimana isi surat tersebut menyebutkan jika pihak keluarga akan membayar sebagian uang kerugian kepada korban.

“Surat ini jika direalisasikan mengembalikan uang korban akan menjadi hal yang meringankan hukuman,” terang Indra.

Dalam kasus yang ditanganinya tersebut, lanjut Indra ada azas concursus, yaitu apabila seseorang melakukan tindak pidana yang sama tapi berdiri sendiri, namun locus dan Tempus-nya berbeda, maka itu tidak boleh dihukum diatas maksimal.

“Untuk kasus ini maksimal hukumannya adalah 4 tahun. Apabila terdakwa ada perkara lain selain korbannya itu Sukanto, itu harus tidak boleh 4 tahun diputusnya. Kalau berlanjut itu hukumannya ditambah sepertiganya, jadi sekitar 5 tahun 3 bulan,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments