BeritaPemerintahan

Disnakkan Terus Dorong Pengembangan Budidaya Ikan Nila Ciamis Lewat Program Inovatif

Kabupaten Ciamis terkenal dengan pesona dan kekayaan alamnya yang indah, dan salah satunya adalah Ikan Nila Ciamis.

Ikan Nila Ciamis dikenal dengan kelezatan dagingnya yang gurih dan bebas bau tanah, Pasalnya ikan nila ini telah menjadi primadona di lidah para pecinta kuliner.

Selain itu, Ikan Nila Ciamis juga kaya akan kandungan gizi. Vitamin A, protein, zat besi, kalsium, zink, omega-3, kalium, fosfor, dan banyak lagi nutrisi yang terkandung dalam ikan ini.

Tak heran, Ikan Nila Ciamis menjadi pilihan tepat untuk mendukung gaya hidup sehat.

Menariknya, Ikan Nila Ciamis tak hanya dinikmati dalam kondisi segar. Kreativitas masyarakat Ciamis telah menghasilkan berbagai olahan ikan nila yang tak kalah menggoda.

Seperti kerupuk ikan, Ice Cream Ikan Nila, Saroja Ikan Nila, Es Jelly Ikan Nila, Nugget Ikan Nila, Abon Ikan Nila, dan masih banyak lagi.

Produk-produk inovatif ini tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga membuka peluang bisnis yang menjanjikan.

Di balik kelezatannya, terdapat potensi budidaya Ikan Nila Ciamis yang luar biasa.

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis terus mendorong pengembangan budidaya ikan nila melalui berbagai program inovatif.

Salah satu fokus utama adalah pengembangan sistem budidaya intensif yang memanfaatkan teknologi modern seperti bioflok dan penggunaan kincir.

“Namun, tingginya harga pakan pabrik menjadi tantangan utama bagi para pembudidaya,” kata Kepala Disnakkan Ciamis, Dr. Giyatno, S.Ip.,M.Si, Jum`at (05/07/2024).

Untuk itu, Giyatno menjelaskan, Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis berinovasi dengan mendorong penggunaan pakan alternatif seperti maggot.

Menurutnya, maggot, dengan kandungan protein tinggi, terbukti mampu menekan biaya produksi dan meningkatkan keuntungan pembudidaya.

Tak hanya itu, kata Giyatno, budidaya maggot pun memiliki nilai tambah tersendiri. Maggot dapat dibudidayakan dengan memanfaatkan sisa makanan organik dari rumah tangga.

“Sehingga, ini selaras dengan prinsip ramah lingkungan,” katanya.

Kedepannya, Giyatno menambahkan, budidaya maggot diproyeksikan sebagai solusi berkelanjutan untuk pakan alternatif ikan nila.

Lebih lanjut, upaya pengembangan budidaya Ikan Nila Ciamis tak lepas dari komitmen untuk mendukung program penurunan angka stunting.

Giyatno menyebutkan, melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) dan bantuan benih ikan nila, Disnakkan Ciamis mendorong peningkatan konsumsi ikan di masyarakat.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen, serta berkontribusi dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan bebas stunting.